Upaya Memutus Rantai Cikungunya: Kader dan Tenaga Kesehatan Desa Bojongsari Gencarkan Aksi PSN di Dusun 3

30 April 2026
HUSEIN NUR AZHARI, S.Sos
Dibaca 47 Kali
Upaya Memutus Rantai Cikungunya: Kader dan Tenaga Kesehatan Desa Bojongsari Gencarkan Aksi PSN di Dusun 3

BOJONGSARI – Menanggapi merebaknya wabah penyakit Cikungunya yang mulai meresahkan warga, Pemerintah Desa Bojongsari bersama Puskesmas Bojongsari mengambil langkah cepat. Pada hari Senin, 20 April 2026 tim gabungan yang terdiri dari kader kesehatan, bidan desa, dan Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) terjun langsung ke wilayah Dusun 3 untuk melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak.

Langkah ini diambil menyusul laporan adanya sejumlah warga di Dusun 3 yang mengalami gejala khas Cikungunya, seperti demam tinggi mendadak serta nyeri sendi yang hebat.


Sinergi Lintas Sektor di Lapangan

Kegiatan ini bukan sekadar pemantauan biasa, melainkan aksi nyata untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Tim yang terlibat membagi tugas secara efektif:

  • Kader Kesehatan & KPM: Melakukan pemeriksaan jentik nyamuk (PJB) dari rumah ke rumah, memeriksa bak mandi, vas bunga, hingga barang bekas di halaman warga.

  • Bidan Desa: Memberikan edukasi terkait gejala Cikungunya dan penanganan pertama jika ada anggota keluarga yang terpapar.

  • Puskesmas Bojongsari: Memberikan pendampingan teknis serta melakukan pemetaan wilayah yang masuk dalam zona merah penyebaran virus.

Fokus Utama: Gerakan 3M Plus

Dalam aksi PSN kali ini, petugas menekankan bahwa fogging (pengasapan) bukanlah solusi utama, melainkan Gerakan 3M Plus yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat:

  1. Menguras: Membersihkan wadah air yang menjadi tempat bertelur nyamuk.

  2. Menutup: Menutup rapat toren atau bak penampungan air.

  3. Memanfaatkan Kembali: Mengolah atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

"Plus" dalam gerakan ini mencakup penggunaan kelambu, pemasangan kawat kasa di jendela, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender atau serai.


Mengapa Harus PSN?

Wabah Cikungunya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berbeda dengan Demam Berdarah (DBD), Cikungunya memang jarang menyebabkan kematian, namun nyeri sendi yang ditimbulkan bisa sangat melumpuhkan aktivitas warga dalam waktu yang lama.

"Kami mengimbau warga Dusun 3 untuk tidak abai. PSN adalah cara paling efektif dan murah untuk memutus rantai penularan. Lingkungan yang bersih adalah benteng utama kita melawan wabah ini," ujar perwakilan dari Puskesmas Bojongsari di sela-sela kegiatan.

Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan PSN di Dusun 3 ini diharapkan menjadi pemicu bagi dusun-dusun lainnya di Desa Bojongsari untuk lebih waspada. Kader KPM menegaskan bahwa pemantauan jentik akan dilakukan secara rutin setiap pekan hingga angka kasus menurun secara signifikan.

Dengan adanya sinergi antara tenaga kesehatan dan kesadaran tinggi dari masyarakat, diharapkan Desa Bojongsari segera bebas dari ancaman wabah Cikungunya dan kembali menjadi lingkungan yang sehat dan produktif.